Wednesday 5 November 2014

Kebutuhan Dasar Neonatus Bayi Balita dan Anak Prasekolah



Kebutuhan Dasar Neonatus Bayi Balita dan Anak Prasekolah

A.    Kebutuhan Fisik
1.      Nutrisi
a.       Neonatus (0-28 hari)
1)      Berikan ASI yang pertama kali keluar dan berwarna ke kuningan (kolostrum)
2)      Berikan hanya ASI (ASI eksklusif)
3)      Jangan berikan makanan/minuman selain ASI
4)      Susui sesering mungkin
5)      Susui setiap bayi menginginkan, paling sedikit 8 kali sehari
6)      Jika tidur lebih dari 3 jam, bangunkan, lalu susui
7)      Susui dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian
8)      Susui sampai payudara terasa kosong, lalu pindah kepayudara sisi lainnya

b.      Bayi dan Balita
1)      Bayi (29 hari – 1 tahun)
a)      Umur 6-8 bulan
(1)   Terus berikan ASI
(2)   Mulai berikan makanan pendamping ASI (MP-ASI)
(3)   Contohnya bubur susu dan bubur tim yang di lumat, makanan lumat (bubur lumat, sayuran, daging dan buah yang dilumatkan, makanan yang dilumatkan, biskuit, dll)
(4)   Cara pemberian MP-ASI :
Berikan ASI dulu, kemudian MP-ASI, Berikan makanan selingan 2 kali sehari, contohnya bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari, dan kue lain.
Jika menggunakan MP-ASI buatan pabrik, baca cara pakainya. Perhatikan tanggal kedaluarsa.

b)      Umur 9-11 bulan
(1)   Terus berikan ASI
(2)   Berikan MP-ASI yang lebih padat. Contohnya bubur nasi, nasi tim, dan nasi lembek.
c)      Balita (12-59 bulan)
(1)   Teruskan pemberian ASI
(2)   Beri makanan seperti orang dewasa 3-4 kali sehari
(3)   Berikan makanan selingan 2 kali sehari
(4)   Jangan berikan makanan manis sebelum waktun makan, sebab bisa mengurangi nafsu makan.
(5) Jangan biarkan anak minum teh. karena teh menghambat penyerapan makanan. 
d)     Anak Prasekolah (60-72 bulan)
Diberikan makanan seperti orang dewasa, 3 kali sehari dan beri makanan selingan.

2.      Personal Hygiene
a.       Neonatus
1)      Neonatus harus selalu di jaga agar tetap bersih, hangat dan kering. Memandikan neonatus sebaiknya di tunda sampai 6 jam kelahiran.
2)      Mandikan setiap pagi dan sore dengan air hangat. Jika ingin memakai sabun pilih sabun dengan PH netral dengan sedikit atau bahkan tanpa parfum atau pewarna.
3)      Ganti popok sesegera mungkin bila kotor, baik karena urine atau feses. Kulit harus segera di bersihkan baik air maupun dengan lap untuk mengurangi risiko lecet dan ruam popok pada kulit.
b.      Bayi dan Balita
1)      Beberapa cara menjaga kulit bayi agar tetap bersih adalah memandikan bayi, menggantikan popok atau pakaian bayi sesuai keperluan, pastikan bayi tidak terlalu panas/ dingin. Dan menjaga kebersihan pakaian dan hal-hal yang bersentuhan dengan bayi.
2)      Mandikan anak dengan sabun 2X sehari
3)      Cuci rambut dengan sampo 3x seminggu
4)      Cuci tangannya dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar, buang air kecil, dan setelah bermain
5)      Jaga kebersihan telinga anak
6)      Gunting kuku tangan dan kaki nya jika panjang
7)      Ajari buang air besar dan kecil di WC
8)      Jaga kebersihan pakaian, mainan, dan tempat tidur
9)      Jaga kebersihan perlengkapan makan dan minum
10)  Rawat gigi anak dengan cara:
a)      Jika giginya belum tumbuh bersihkan gusinya tiap selesai menyusu dengan kain yang di basahi air hangat
b)      Jika sudah tumbuh gosok giginya dengan odol dan sikat gigi kecil sesudah sarapan dan sebelum tidur
c)      Ajari anak menggosok gigi sendiri
d)     Jangan biasakan makan manis dan lengket
e)      Periksakan tiap 6 bulan sekali di puskesmas atau dokter gigi.
c.       Anak Prasekolah
1)      Mandikan anak dengan sabun 2X sehari
2)      Cuci rambut dengan sampo 3x seminggu
3)      Cuci tangannya dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar, buang air kecil, dan setelah bermain
4)      Jaga kebersihan telinga anak
5)      Gunting kuku tangan dan kaki nya jika panjang
6)      Ajari buang air besar dan kecil di WC
7)      Jaga kebersihan pakaian, mainan, dan tempat tidur
8)      Jaga kebersihan perlengkapan makan dan minum
9)      Gosok giginya dengan odol dan sikat gigi kecil sesudah sarapan dan sebelum tidur
B.     Kebutuhan Kesehatan Dasar
1.      Pakaian
a.       Neonatus
1)      Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak sempit
2)      Segera ganti pakaian jika basah dan kotor
3)      Pada saat di bawa keluar rumah, gunakan pakaian secukupnya tidak terlalu tebal atau tipis
4)      Jangan gunakan gurita terlalu kencang, yang penting pakaian harus nyaman (tidak mengganggu aktivitas bayi).
b.      Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
1)      Beri pakaian yang warna-warni untuk melatih motorik halus
2)      Pilihlah produk dan pakaian anak yang sudah SNI. Berdasarkan pada peraturan menteri perindustrian RI No 07/M-IND/PER/2/2014 tentang pemberlakuan Standart Nasional Indonesia (SNI) bagi pakaian bayi dan anak setiap produsen dan importir pakaian bayi di indonesia wajib hukumnya untuk mencantumkan SNI  pada setiap produknya per 17 Mei 2014. Hal ini karena kandungan berbahaya seperti AZO, formaldehida, dan dan kadar logam berpotensi mengganggu kesehatan bayi dan anak. Menurut penelitian, resiko yang muncul misalnya, iritasi yang bersifat mutagenik maupun karsiogenik. Pakaian bayi yang di maksud dalam peraturan ini adalah pakaian dan aksesoris pakaian (perlengkapan bayi). Aksesoris termasuk di antaranya topi, selimut, sarung tangan, kaos kaki, serta tas bayi. Tujuan peraturan ini adalah untuk menjamin kesehatan bayi dan anak indonesia.
3)      Jangan pakaikan sepatu berhak tinggi pada anak. Kadang ada orang tua yang memakaikan sepatu berhak tinggi pada anak agar terlihat lebih cantik, padahal hal ini tidak baik bagi kesehatan anak. Anak yang baru belajar berjalan dan diberi sepatu berhak tinggi lama-kelamaan akan menyebabkan tungkai berbentuk “O” atau “X” dan membuat anak kesulitan untuk berjalan dan sering jatuh.

2.      Perumahan
a.       Atur suhu rumah agar jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin
b.      Bersihkan rumah dari debu dan sampah
c.       Usahakan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah
d.      Beri ventilasi pada rumah dan minimal 1/15 dari luas rumah
3.      Sanitasi lingkungan
a.       Persediaan air:
1)      Air harus jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa
2)      Air tidak mengandung zat-zat yang berbahaya dan mineral yang melebihi batas normal
3)      Air tidak mengandung suatu bibit penyakit (cholera, thypus, dysentri, cacing dll)
4)      Tidak mengandung bakteri E coli, bakteri saprotik tidak lebih 100/ml air.
5)      Lakukan pengurasan pada bak penampungan air dan lakukan penutupan agar tidak ada jentik-jentik nyamuk
b.      Pembuangan kotoran (septiteng)
1)      Tempat pembuangan kotoran tidak boleh mengotori tanah permukaan
2)      Tidak mengotori air permukaan, tidak mengotori air dalam tanah dan tidak boleh terbuka
3)      Kakus terlindungi dari penglihatan orang.
c.       Pembuangan sampah
Tempat pembuangan sampah jangan terlalu dekat dengan rumah

C.     Kebutuhan Psikososial
1.      Kasih sayang
a.       Neonatus
1)      Sering memeluk dan menimang dengan penuh kasih sayang
2)      Perhatikan saat sedang menyusui dan berikan belaian penuh kasih sayang
3)      Bicara dengan nada lembut dan halus, serta penuh kasih sayang.
b.      Bayi, balita dan anak prasekolah
1)      Ciptakan rasa aman dan nyaman agar anak merasa di lindungi
2)      Perhatikan minat, keinginan, damn pendapatannya, serta beri contoh yang baik (bukan dipaksa), dibantu, di dorong/dimotivasi dan dihargai, di didik dengan kegembiraan.
3)      Dengarkan apa yang ingin dibicarakan/diceritakan anak
2.      Rasa Aman
a.       Neonatus
1)      Hindari pemberian makanan selain ASI
2)      Jaga dari trauma dengan meletakkan BBL di tempat yang aman dan nyaman, tidak membiarkannya sendirian tanpa pengamata, dan tidak meletakkan barang-barangyang mungkin membahayakan di dekat BBL.
b.      Bayi dan Balita
1)      Biasakan anak dari kecil selalu memakai alas kaki kemanapun ia pergi agar tidak tertusuk benda tajam.
2)      Jauhkan anak dari asap rokok, asap dapur, asap sampah, dan polusi kendaraan bermotor
3)      Sebaiknya anak tidur di dalam selambu
c.       Anak Pra Sekolah
1)      Jangan biarkan anak bermain di dekat sumur, kolam, sungai, dan jalan raya
2)      Jauhkan anak dari benda panas seperti kompor, setrika, termos, dan air panas
3)      Jauhkan anak dari benda berbahaya seperti pisau, colokan listrik, dan kabel
4)      Sembunyikan benda yang bisa di sangka maanan atau minuman dari anak seperti racun tikus, racun serangga, minyak tanah, sabun dan deterjen
3.      Harga Diri pada Neonatus, Bayi Balita, dan Anak Pra Sekolah
Bayi dan anak memiliki kebutuhan akan harga diri dan ingin dirinya merasa dihargai, baik oleh dirinya maupun orang lain. Anak ingin memiliki tempat di hati keluarga dan juga mendapat perhatian sebagaimana orang-orang disekitarnya.

4.      Rasa memiliki pada Neonatus, Bayi Balita, dan Anak Pra Sekolah
Ajarkan anak untuk mencintai barang-barang yang ia punya (mainan, pakaian). sebagaimana orang dewasa, rasa memiliki pada bayi dan anak juga merupakan suatu kebutuhan. Anak merasa benda-benda yang dimiliki harus selalu dilindungi.
5.      Pengalaman 
Adanya Pengalaman pada anak merupakan hal yang sangat berharga. Anak akan lebih percaya diri dan merasakan kesuksesan yang besar dari pengalaman yang ada untuk digunakan dalam aktivitas yang akan dilakukan. Pengalaman-pengalaman tersebut perlu kita hargai agar dapat membantu pertumbuhan anak.  


6. Stimulasi
Kebutuhan stimulasi ini sangat membantu dalam proses pembelajaran dan pencapaian dalam pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Stimulasi ini dapat berupa latihan ataupun bermain. Stimulasi dilakukan setiap saat ada kesempatan berinteraksi, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, serta dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu). Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara ibu/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-buru, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi balita sedang mengantuk, bosan, atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka  tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsangan emosional yang negatif karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap, dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat, dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.
a.       Neonatus
Umur 0-3 Bulan
1)      Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang.
2)      Gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat
3)      Gendong dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak
4)      Ajak bayi tersenyum dan bicara.
5)      Perdengarkan musik
b.      Bayi dan Balita
a)      Bayi
1)      Umur 3-6 Bulan
(1)   Sering tengkurapkan bayi.
(2)   Gerakkan benda ke kiri dan kanan, di depan matanya.
(3)   Perdengarkan berbagai bunyi-bunyian.
(4)   Beri mainan benda yang besar dan berwarna.
2)      Umur 6-12 Bulan
(1)   Ajari bayi duduk
(2)   Ajak main ciluk-ba
(3)   Ajari memegang dan makan biskuit
(4)   Ajari memegang benda kecil dengan 2 jari
(5)   Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan
(6)   Ajak bicara sesering mungkin
(7)   Latih mengucapkan ma...ma...pa...pa...
(8)   Beri mainan yang aman dipukul-pukul
b)      Balita
1)      Umur 1-2 Tahun
(1)   Ajari berjalan di undakan/tangga
(2)   Ajak membersihkan meja dan menyapu
(3)   Ajak membereskan mainan
(4)   Ajari mencoret-coret di kertas
(5)   Ajari menyebut bagian tubuhnya
(6)   Bacakan cerita anak
(7)   Ajak bernyanyi
(8)   Ajak bermain
(9)   Berikan pujian kalau ia berhasil melakukan sesuatu
2)      Umur 2-3 Tahun
(1)   Ajari berpakaian sendiri
(2)   Ajak melihat buku bergambar
(3)   Bacakan cerita anak
(4)   Ajari makan di piringnya sendiri
(5)   Ajari cuci tangan
(6)   Ajari buang air besar dan kecil di tempatnya
3)      Umur 3-5 Tahun
(1)   Minta anak menceritakan apa yang ia lakukan
(2)   Dengarkan ia ketika bicara
(3)   Jika ia gagap, ajari bicara pelan-pelan
(4)   Awasi dia mencoba hal baru
c)      Anak Prasekolah
1)      Bantu anak menulis namanya, kata-kata pendek, serta angka-angka, ajak anak bermain berhitung.
2)      Letakkan sebuah kalender di kamar anak, bantu anak mengenal bulan, minggu dan hari. Minta ank menandai tanggal-tanggal penting di kalender, dan ajak anak menghitung jumlah hari (hari/bulan) untuk sampai pada tanggal itu.
3)      Sering-sering membaca buku, kemudian dibicarakan bersama. Setelah selesai membaca cerita pendek, tanya pada anak beberapa pertanyaan.
4)      Pada umur ini anak anak-anak senang sekali bergaul dan membutuhkan teman sebaya untuk bermain. Bantu dan beri anak kesempatan berkumpul dengan teman-temannya. Ajari anak memakai kata-kata yang tepat ketika menyampaikan maksudnya pada teman-temannya.

No comments:

Post a Comment